7 hal yang perlu diketahui jika ingin berubah
 |
| Add caption |
Saya ingin berubah…
Saya ingin move on…
Saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi…
Saya sudah bosan dengan kondisi seperti ini….
Ingin berubah menjadi lebih baik lagi tentu menjadi harapan semua
orang, bahkan sejatinya kita hidup adalah untuk perubahan itu sendiri,
lebih baik dari hari ke hari. Merasa jenuh dan jengah dengan kondisi
hari ini, merasa bosan dan lelah dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang
terus terpupuk, apakah itu kemalasan, suka menunda, suka membicarakan
atau menjelek-jelekkan orang lain, malas ibadah, malas membaca quran,
masih suka pacaran, suka merokok serta hal-hal negative lainnya.
Semua orang ingin berubah menjadi lebih baik lagi, namun yang sangat
disayangkan adalah ketika sebagian orang merasakan beratnya perubahan
itu, ada yang benar-benar susah dan berat untuk berubah, dan ada juga
yang susah ketika istiqomah dengan perubahannya, ambil contoh misalnya
hari ini dia sadar akan kekeliruannya, diapun berubah dan sayangnya itu
hanya bertahan beberapa hari saja karena ternyata kembali lagi kepada
kebiasaan lamanya.
Kami yakin, anda bahkan kami juga tentu menginginkan sebuah perubahan
yang berkelanjutan terus kearah yang lebih baik, meskipun ada masa-masa
kembali lagi kepada kebiasaan lama itu tak jauh lebih banyak dari
perubahan kita ke arah yang lebih baik. Untuk itulah dalam tulisan kali
ini kami akan berbagi 7 Hal yang mesti diketahui dalam perubahan itu
sendiri, agar perubahannya langgeng, istiqomah dan selalu membawa
kebaikan dari waktu ke waktu.
1. Ilmu
Yang pertama adalah ilmu, siapa saja yang ingin berubah tentu harus
memiliki ilmu dulu tentang perubahannya, paham dan mengerti akan manfaat
dan mudharat, tau hikmah-hikmah apa dibalik aktivitas disaat dia
berubah kearah kebaikan, mengerti juga akibat baginya jika tidak
berubah, baik itu akibat didunia serta di akhirat kelak.
2. Niat
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang
hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya
kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan
Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau
karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada
apa yang ditujunya”.(Hadits ke 1 dalam kitab Hadits ‘arbain Imam An-nawawi)
Ini adalah hal paling fundamental dalam perubahan, apa niat kita
berubah?, untuk siapa kita berubah?, untuk harta?, untuk wanita?, atau
benar-benar murni ingin berubah untuk meraih ridho Allah SWT. In syaa
Allah, Allah selalu bersama hamba-hambanya, In syaa Allah, Allah maha
mengetahui isi hati dan pikiran hambanya. Dihadapan manusia mungkin kita
bisa berdalih ingin berubah karena Allah, mencari ridhonya dan lain
sebagainya. Namun dihadapan Allah tak bisa kita sembunyikan setitikpun
kekeliruan dalam niat kita.
3. Azzam (Tekad)
Yang ketiga adalah tekad / azam. Keteguhan hati akan perubahan itu,
seberapa serius niat kita untuk berubah. Tekad atau azzam ini akan
melahirkan komitmen, komitmen akan melahirkan tindakan dan konsistensi
dalam perubahan.
4. Bergaul dengan orang-orang shaleh
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk
ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual
minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa
membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap
mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi
(percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap
mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Kita adalah agama teman kita, bahkan jika kita ingin mengenali
seseorang cukup minta ditunjukkan minimal 5 orang teman dekatnya, maka
dari sana kita bisa tau seperti apa sifat, sikap serta karakternya. Ada 2
naluri yang dimiliki manusia yang mana 2 naluri ini jika dipadu dengan
pergaulan atau pertemanan akan mempengaruhi kehidupannya.
Yang pertama adalah “Suka ikut-ikutan” . Sampai hari ini
bisa kita saksikan entah berapa banyak orang-orang yang terjerumus ke
lembah kemaksiatan karena ikut-ikutan apakah itu seks bebas, narkoba,
sifat malas, suka menunda dan hal negative lainnya.
Yang kedua adalah “Suka enggak enakan” . Nah ini yang kedua
banyak yang ikut-ikutan suatu kebiasaan buruk disebabkan oleh “nggak
enakan” sama temannya, ditawarin mabok nggak enakan kalau nggak ikutan
mabok, diajak menunda shakat “nggak enakan” kalau shalat duluan nanti
dikira sok sucilah, sok alimlah dan lain sebagainya.
Nah, jika anda ingin benar-benar berubah menjadi orang baik yang
shaleh maka berkumpullah dengan orang-orang baik dan shaleh. Ya, mungkin
awalnya ikut-ikutan baca quran karena nggak enakan, tapi in syaa Allah
lama-lama bisa jadi kebiasaan. Jadi jika benar-benar ingin berubah maka
carilah tempat dimana orang-orang shaleh berkumpul , temukan
komunitasnya, majelis pengajiannya dan ikutlah bergabung disana.
 |
| Add caption |
5. Berdoa kepada Allah SWT
Yang kelima adalah berdoa pada Allah SWT, mohon pertolongan pada
Allah agar dikaruniakan hidayah, diberi pertolongan untuk bisa berubah
menjadi yang lebih baik, berdoa pada Allah agar dipertemukan dengan
orang-orang yang shaleh dan bisa selalu istiqomah dalam kebaikan.
6. Sering-sering upgrade ilmu agama
Ibaratnya baterai handphone yang butuh di charge begitu juga dengan
diri kita, kita butuh charge agar selalu on dengan kebaikan. Mungkin
kita sama-sama merasakan iman rasanya naik drastis, semangat beribadah
melonjak ketika mendengarkan kajian di majelis ilmu, namun pelan
perlahan ketika dua hari, tiga hari berlalu rasa itu berangsur
menghilang. Nah itulah masanya kita butuh dicharge lagi, diupgrade lagi
ilmunya. Selain datang ke majelis pengajian upgrade ilmu juga bisa
dilakukan dengan membaca buku, silaturahim dengan orang shaleh,
mendengarkan kajian di youtube atau mp3 serta banyak sarana-sarana
lainnya.
7. Istiqomah melakukan 6 hal diatas
Yang ketujuh adalah istiqomah melakukan 6 hal diatas, sampai
perubahan itu benar-benar terjadi dan membawa anda pada jalan kebaikan.
Itulah 7 hal yang perlu diketahui jika ingin berubah, besar harapan
kami semoga tulisan ini menjadi jalan kebaikan bagi teman-teman dan
semoga menjadi asbab hidayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar