Minggu, 20 November 2016

Bunga Bangkai

Rafflesia  adalah  genus  tumbuhan  bunga  parasit. Ia  ditemukan di hutan hujan  Indonesia  oleh seorang  pemandu  dari  Indonesia  yang  bekerja  untuk  Dr. Joseph Arnold  tahun 1818, dan dinamai berdasarkan  nama  Thomas Stamford Raffles, pemimpin  ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk  empat  yang  belum  sepenuhnya  diketahui  cirinya  seperti  yang  dikenali  oleh  Meijer 1997), semua  spesiesnya  ditemukan  di Asia Tenggara, di semenanjung  Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan  ini  tidak  memiliki  batang, daun  ataupun  akar  yang  sesungguhnya. Rafflesia merupakan  endoparasit  pada  tumbuhan  merambat  dari  genus  Tetrastigma (famili Vitaceae), menyebarkan  haustoriumnya  yang  mirip  akar  di dalam  jaringan  tumbuhan  merambat  itu. Satu-satunya  bagian  tumbuhan  Rafflesia  yang  dapat  dilihat  di luar  tumbuhan  inangnya  adalah  bunga bermahkota  lima. Pada beberapa  spesies, seperti  Rafflesia  arnoldii, diameter  bunganya  mungkin lebih  dari  100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan  spesies  terkecil, Rafflesia  manillana, bunganya berdiameter  20 cm. Bunganya  tampak  dan  berbau  seperti  daging  yang  membusuk, karena  itulah  ia disebut "bunga bangkai" atau "bunga daging". Bau  bunganya  yang  tidak  enak  menarik  serangga seperti  lalat  dan  kumbang  kotoran, yang  membawa  serbuk  sari dari  bunga  jantan  ke  bunga  betina. Sedikit  yang  diketahui  mengenai  penyebaran  bijinya. Namun, tupai  dan  mamalia hutan lainnya  ternyata  memakan  buahnya  dan menyebarkan  biji-bijinya. Rafflesia  adalah  bunga  resmi Negara  Indonesia, begitu  pula  provinsi  Surat Thani, Thailand.

Nama "bunga bangkai" yang dipakai  untuk  Rafflesia  membingungkan  karena  nama  umum  ini  juga digunakan  untuk menyebut  Amorphophallus titanum (suweg raksasa/batang krebuit) dari famili Araceae. Terlebih lagi, karena  Amorphophallus  mempunyai  perbungaan  tak  bercabang  terbesar  di dunia, ia kadang-kadang  secara  salah  kaprah  dianggap  sebagai  bunga  terbesar  di  dunia. Baik Rafflesia  maupun  Amorphophallus  adalah  tumbuhan  bunga, namun  hubungan  kekerabatan  mereka jauh. Rafflesia  arnoldii  mempunyai  bunga  tunggal  terbesar  di dunia  dari  seluruh  tumbuhan berbunga, setidaknya  bila  orang  menilai  dari  beratnya. Amorphophallus titanium  mempunyai perbungaan  tak  bercabang  terbesar, sementara palem Talipot (Corypha umbraculifera) memiliki perbungaan  bercabang  terbesar, terdiri  atas  ribuan  bunga; tumbuhan ini monokarpik, yang artinya tiap  individu mati setelah  berbunga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar