J. K. Rowling, dari Single Mother Hingga Jadi Penulis Fenomenal
Apakah Anda tahu dengan novel fenomenal Harry Potter? Sang penulis J. K.
Rowling dulunya harus jatuh bangun menjalani kehidupannya sebagai
seorang single mother. Jadi ibu tunggal membuatnya harus berjuang lebih
keras, apalagi dengan kondisi ekonominya yang terpuruk. Demi
menyelesaikan novel pertamanya, ia akan menunggu putrinya Jessica
tertidur di kereta bayi terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia pergi
ke Nicholson’s Cafe, memesan satu cangkir espreso, segelas air, dan
menulis secepat mungkin yang ia bisa sebelum Jessica terbangun. Karena
tak punya uang untuk memfotokopi, naskah yang sudah ia tulis langsung ia
berikan ke agen penulis.
“Some failure in life is inevitable. It is impossible to
live without failing at something, unless you live so cautiously that
you might as well not have lived at all—in which case, you fail by
default.” (J. K. Rowling)
Beruntung ia punya seorang agen muda Christopher Little yang mau
menawarkan naskahnya ke penerbit. Tapi apakah novel J. K. Rowling
langsung diterima oleh penerbit? ternyata tidak. Banyak penerbit
yang menolak cikal bakal si fenomenal Harry Potter. Baru setahun
kemudian, penerbit Bloomsburry menerima karya J. K. Rowling. Dan booom!
Harry Potter akhirnya menjadi tokoh idola jutaan penduduk dunia, mulai
dari anak-anak hingga orang dewasa.
Coba deh bayangin kalau seandainya J. K. Rowling berhenti dan menyerah. Bisa jadi namanya kini tak dikenal oleh siapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar