Selasa, 20 September 2016

J. K. Rowling, dari Single Mother Hingga Jadi Penulis Fenomenal

Apakah Anda tahu dengan novel fenomenal Harry Potter? Sang penulis J. K. Rowling dulunya harus jatuh bangun menjalani kehidupannya sebagai seorang single mother. Jadi ibu tunggal membuatnya harus berjuang lebih keras, apalagi dengan kondisi ekonominya yang terpuruk. Demi menyelesaikan novel pertamanya, ia akan menunggu putrinya Jessica tertidur di kereta bayi terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia pergi ke Nicholson’s Cafe, memesan satu cangkir espreso, segelas air, dan menulis secepat mungkin yang ia bisa sebelum Jessica terbangun. Karena tak punya uang untuk memfotokopi, naskah yang sudah ia tulis langsung ia berikan ke agen penulis.

“Some failure in life is inevitable. It is impossible to live without failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not have lived at all—in which case, you fail by default.” (J. K. Rowling)

Beruntung ia punya seorang agen muda Christopher Little yang mau menawarkan naskahnya ke penerbit. Tapi apakah novel J. K. Rowling langsung diterima oleh penerbit? ternyata tidak. Banyak penerbit yang menolak cikal bakal si fenomenal Harry Potter. Baru setahun kemudian, penerbit Bloomsburry menerima karya J. K. Rowling. Dan booom! Harry Potter akhirnya menjadi tokoh idola jutaan penduduk dunia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Coba deh bayangin kalau seandainya J. K. Rowling berhenti dan menyerah. Bisa jadi namanya kini tak dikenal oleh siapapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar